REVIEW - Virgo And The Sparklings






Dari awal, saya termasuk orang yang excited dengan proyek-proyek Bumilangit Cinematic Universe setelah menonton Gundala yang memang sangat menjanjikan untuk menjadi sebuah jagat sinema superhero di Indonesia.

Ekspektasi tersebut semakin tinggi sejalan dengan dirilisnya film kedua berjudul Sri Asih. Cukup banyak kemajuan di film keduanya meskipun tetap saja muncul beberapa kesalahan baru yang seharusnya di perbaiki di film selanjutnya.

Namun, di film ketiganya ini sepertinya BCU kehilangan magic untuk membuat saya terpana melihat sosok superheronya. 

Virgo And The Sparkling bercerita tentang petualangan Riani (Adhisty Zara) bersama teman-temannya melawan penjahat super yang membuat remaja di kota Bandung "kesurupan" dan menyerang orang tuanya.

Sebenarnya saya suka bagaimana film ini berhasil menjelma menjadi film remaja yang ringan dan fun, namun jika saya lihat dari aksi heroiknya, film ini jauh ketinggalan dibanding dua film sebelumnya. Saya juga gak tau karena apa, tapi di film ini karakter utamanya sangat terlihat biasa saja. 

Alih-alih fokus pada Adhisty Zara sebagai Riani, perhatian saya malah tertuju pada Ashira Zamita yang bermain sangat baik sebagai Monica.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, Virgo And The Sparkling memang berhasil menyuguhkan film remaja yang fun, terbukti dari adegan-adegan komedi yang menggelitik dan bikin ketawa sampe ngik-ngik.

Dan beberapa adegan komedi tersebut didominasi oleh Monica dengan celetukan-celetukannya yang sukses bikin ketawa.

Sayangnya dari segi cerita, film ini masih banyak kurangnya. Beberapa adegan yang tidak perlu hingga "pengorbanan" karakter untuk membuat penonton terkejut dengan "plot twist" yang ditulis, saya rasa cukup mengganggu.

Apalagi adegan ambigu yang bikin penonton awkward kalo nonton bareng sama keluarganya (ya, ini kejadian sama saya). Untuk film dengan rating semua umur, sepertinya adegan tersebut dihapus saja, toh tidak berdampak besar pada ceritanya juga.

Virgo And The Sparkling juga punya ending yang anti klimaks dan buat saya ngomong "hah gini doang?". Pertarungan yang membosankan dan cenderung repetitif juga bikin saya sedikit lelah.

Dari segi sinematografinya saja, film ini terlihat jauh lebih biasa saja dibanding Sri Asih dan Gundala. Malahan di beberapa kesempatan, saya berpikir jika ini film punyanya universe sebelah.

Tidak banyak bahkan cenderung tidak ada momen wah dari film ini yang buat saya kagum dengan apa yang saya lihat.

Tapi overall, untuk kamu yang lagi nyari tontonan ringan dan fun karena capek menjalani hari yang sibuk, Virgo And The Sparkling bisa menjadi pilihan yang cocok buat ditonton.


7/10






Komentar

Postingan Populer