MEMBICARAKAN FILM PANGKU
Rasanya tak butuh waktu lama bagi Pangku untuk menunjukkan bagaimana keseluruhan filmnya berjalan bahkan di menit pertama ia dimulai. Opening scene yang sudah memperlihatkan stigma negatif dari cara laki-laki memandang perempuan pada prakteknya terus dibawa oleh Reza Rahadian serta Felix K. Nesi sebagai penulis membawa keresahan mendalam yang jadi penggerak cerita hingga kredit film berakhir. Pangku adalah realita menyakitkan yang dibungkus narasi sederhana serta jujur yang entah mengapa masih terasa indah dan lembut. Bagaimana bisa sebuah kepedihan bisa dibungkus dalam kemasan sangat cantik yang ternyata berbanding terbalik dengan isi di dalamnya. Reza memperlihatkan bagaimana terbatasnya ruang perempuan dalam lingkungan yang didominasi oleh para pria dan cara mereka bertahan dalam ekosistem tersebut membuka mata jika hal ini juga diam-diam didukung oleh negara. Gagalnya pemerintah untuk membuat perempuan setara secara tidak langsung terus memelihara adanya praktek patriarki di ...









