REVIEW - Missing







Masih mengikuti pola film sebelumnya, Missing masih menceritakan tentang pencarian orang hilang dalam sudut pandang layar komputer. Bukan hanya itu saja, intensitas nya pun masih sama seperti film pertamanya.

Missing menceritakan tentang Jane yang ditinggalkan ibunya untuk berlibur di Kolombia bersama dengan pacar barunya bernama Kevin, namun di hari kepulangannya ke Amerika tiba-tiba Jane kehilangan ibunya dan dia harus menemukannya.

Mungkin yang pertama akan kita apresiasi dari film ini adalah editingnya yang bikin terkesima saking bagus dan rumitnya. Gak habis pikir gimana ruwetnya para editor film ini nyusun adegan per adegannya. Namun sepertinya perjuangan mereka terbayar dengan sempurna karena hasilnya yang sangat luar biasa.

Tak lupa scoringnya yang mendukung film ini menjadi lebih hidup dan dekat dengan penontonnya. Kita dibawa masuk ke dalam filmnya merasakan apa yang dirasakan Jane, bingung takut dan cemas.

Babak awal memang dijait dengan rapi dan baik hingga konflik mulai timbul yang tiba-tiba langsung mengubah arah film 360 derajat. Mulai dari sana juga, tarik ulur ketegangan yang diberikan sangat terasa.

Namun untungnya, film ini bisa kasih kita sedikit napas dengan beberapa humor yang secara mengejutkan semuanya bikin ketawa. Meskipun sebenarnya keluar tidak dalam waktu yang tepat, namun berhasil bikin kita istirahat sejenak dari ketegangan yang sedang berlangsung.

Cukup banyak juga twist yang muncul dan membuat penonton menganga dan berbicara "Aaaa..." kerennya sebagian besar dari twist tersebut masuk akal dan tidak tiba-tiba muncul entah dari mana.

Selain menjual ketegangan yang cukup padat, secara mengejutkan film ini juga bisa membuat penontonnya menitikkan air mata. Drama keluarga yang dihadirkan mampu membuat pipi kita sedikit basah.

Namun, ada juga beberapa kekurangan yang mungkin bisa mengganggu waktu nonton film ini. Hal yang paling disayangkan sih salah satu karakternya yang kurang digali lebih dalam walaupun perannya cukup lumayan penting dalam film ini,

Beberapa karakter lain juga terasa kurang digali lebih dalam, padahal jika mereka diberi kesempatan mungkin membuat beberapa twist menghasilkan reaksi yang lebih besar dari penonton.

Tak hanya itu perjalanan menuju ending film ini juga nampak seperti "cheating" yang dilakukan penulisnya. Saya kira, ide-ide liar mereka dihabiskan untuk babak pertama dan babak kedua, karena perjalanannya di babak ketiga memang agak kurang dibanding babak-babak sebelumnya.

Dibalik segala kekurangan dan kelebihannya, Missing masih bisa dinikmati sebagai film menegangkan yang bikin kamu tidak enak berdiam diri di atas kursi.


8/10

Komentar

Postingan Populer