REVIEW - A Tale of Two Sisters
Apa yang kamu harapkan saat menonton film dari Korea Selatan? Mungkin kamu bisa setuju kalau yang kita harapkan dari film Korea Selatan adalah seru, baper dan bikin nangis.
Namun beda halnya sama film satu ini, A Tale of Two Sisters mampu membawa saya menikmati sinema Korea dengan rasa yang baru. Pusing, tentu saja, tapi hal tersebutlah yang bikin film ini terasa menyegarkan meskipun dirilis jauh-jauh hari.
Slow burn yang menyenangkan saya kira, pelan tapi pasti segala terror dan kejanggalan muncul di dalam satu rumah setelah Soomi dan Su-Yeon kembali tinggal di sana.
A Tale of Two Sisters tidak mengandalkan jumpscare bahkan gelap-gelapan untuk membangun atmosfir horror yang menakutkan.
Film ini membuktikan jika kengerian bisa dibangun saat pagi hari maupun siang hari. Terbukti dengan salah satu adegan favorit saya yang bikin bulu kuduk berdiri.
Beberapa gambar yang diambil juga buat saya mikir yang enggak-enggak, namun semua itu mampu dipatahkan dengan baik oleh sang sutradara.
Seperti yang saya bilang, atmosfir di film ini gak ada obat. Semakin bertambahnya durasi, semakin gak nyaman buat penonton diam dan mengamati.
Bagaimana dengan plot twist? oh tenang saja, mereka menyajikan lebih dari satu twist yang cukup buat bikin kamu berdiri dari kursi.
Namun untuk mencapai semua itu, perlu kesabaran yang cukup ekstra sebelum kamu menikmati sajian cerita yang tiada dua.
Oleh karena itu, jika kamu mau nonton film ini saya sarankan untuk siap-siap terlebih dahulu, entah itu fisik atau psikis,
Oh ya, jangan lupa buat nonton malem-malem biar terrornya makin kerasa...



Komentar
Posting Komentar