REVIEW - Shoplifters
Saya selalu bangga pada diri saya sendiri jika berhasil menonton film dengan tempo lambat yang minim konflik. Satu yang pasti kenapa saya bisa, ya karena filmnya gak biasa aja seperti yang saya kira.
Datang dengan ekspektasi drama keluarga yang terasa hangat sepanjang durasi, Shoplifters nyatanya menyajikan drama keluarga yang menyayat hati.
Bercerita tentang satu keluarga yang "menculik" anak kecil karena ditinggalkan di rumahnya sendirian dan lama kelamaan menganggap dia sebagai bagian dari keluarga mereka.
Sabar, satu kata yang mungkin akan saya katakan kepada setiap orang yang ingin menonton film ini. Bukannya gimana-gimana, tapi tempo film ini emang lambat banget ditambah dengan konflik yang minor walaupun di akhir nendangnya pol.
Sepanjang durasi, penonton akan dibawa mengenal lebih dekat satu keluarga ini. Bagaimana sifat karakternya masing-masing, apa masalah internal yang mereka hadapi sampai beberapa misteri yang pelan-pelan hadir di sini.
Dengan gaya cerita seperti itu, film ini mampu membuat saya bersimpati dengan semua karakternya. Hal tersebut juga tidak lepas dari bagaimana setiap pemain yang tampil sangat natural dan apa adanya.
Seperti yang saya bilang, konflik di film ini hadir bak realita kehidupan, dimana mungkin untuk beberapa orang akan kurang menggugah dan membosankan hingga konflik puncak muncul seperti jagoan.
Saat adegan itu muncul, mungkin semua rasa sabar dan bosan yang kamu alami akan hilang seketika karena plot twist yang tidak terduga.
Bagaimana film ini membawa kejutan yang sangat istimewa memang terasa sangat menyenangkan. Tempo yang dibangun lambat dari awal tiba-tiba diputar balik dan mulai menciptakan intensitas yang cukup padat.



Komentar
Posting Komentar