REVIEW - Beasts Clawing at Straws

 



Tak kenal maka tak sayang, film ini seakan menampilkan apa yang pepatah tersebut katakan. Penonton diajak untuk bersabar dan mengenal satu persatu karakternya secara mendalam, dari pegawai biasa hingga bisa dibilang mafia.

Beasts Clawing at Straws hadir dengan format penceritaan yang lumayan kompleks dari segi timeline dimana alurnya tidak linear. Meskipun begitu, penonton tidak akan dibuat bingung agaknya dengan cerita yang dihadirkan.

Tetapi seperti yang saya sebutkan di atas, kamu hanya perlu bersabar untuk menonton film ini karena setup nya yang lumayan panjang.

Menceritakan tentang seorang pegawai sauna yang mencuri sebuah tas berisi banyak uang, namun ternyata tas tersebut malah membawa kesialan baginya.

Film ini dibagi menjadi beberapa part, di awal film kamu bisa melihat jika ini adalah adaptasi dari novel Jepang "Wara nimo Sugaru Kemonotachi" karya Keisuke Sone, maka tak heran juga jika penceritaannya sama seperti layaknya sebuah novel.

Setidaknya, di tiga part awal saya masih bertanya-tanya kemana arah film ini sebenarnya, karena sepanjang durasi kita hanya diajak berkenalan dengan karakter-karakternya. 

Namun memasuki part empat, tensi film ini mulai naik dan perlahan mulai berdarah-darah. Setelah penonton tahu apa hubungan tiap karakter, film ini seakan langsung tancap gas dan memperlihatkan taringnya.

Perlahan juga saya menyadari jika setup yang panjang di awal memang dibutuhkan untuk membuat penonton semakin terikat dengan karakternya.

Beberapa plot twist kecil yang hadir juga berhasil mengejutkan saya, ada satu part yang saya suka namun tidak bisa saya bocorkan karena spoiler ya.

Karakternya juga asik dan menarik, beberapa karakter memang dibuat unik dan beda tetapi yang pasti komedinya selalu bikin tertawa.

Overall, dengan banyaknya karakter dan format cerita yang non linear, Beasts Clawing at Straws bisa menjadi film kriminal yang asik untuk diikuti.



8/10

Komentar

Postingan Populer