SURAT CINTA - Decision To Leave
Jika kamu bertanya film apa yang bisa disebut sempurna di dunia, mungkin Decision To Leave akan menjadi salah satu jawaban saya.
Disamping faktor teknis yang emang bisa dibilang juara, entah kenapa ketika menonton film ini rasanya beda.
Ada satu keterikatan antara penonton dengan filmnya yang seakan-akan sulit untuk diputuskan saking kencangnya.
Bagaimana Park Chan-Wook yang semakin matang dalam mengolah visual dan cerita mampu membawa saya ke dalam dunianya.
Semakin bertambahnya durasi, semakin beragam pula emosi yang dihasilkan. Marah, sedih, bingung hingga kasmaran bisa saya rasakan.
Iringan musik yang syahdu serta lagu dari Jung Hoon Hee yang diputar beberapa kali rasanya pas untuk menjadi bumbu pelengkap Decision To Leave.
Menyatukan genre misteri dan romansa juga jadi salah satu alasan mengapa saya suka sekali film ini.
Penggambaran gunung dan laut yang lambat laun semakin terlihat wujudnya pelan-pelan membawa kita mengenal lebih dalam dua karakter utama.
Bagaimana mereka berdua saling suka, bagaimana mereka berdua saling cinta, tahap demi tahap dilewati untuk membangun rasa yang tak akan pernah mati.
Selipan komedi yang tak jarang bikin ngakak sendiri juga berhasil dibuat dengan baik oleh bapak sutradara satu ini. Banyak dialog-dialog dan situasi-situasi yang bikin ketawa-ketiwi.
Pada akhirnya, Decision To Leave menjadi film Park Chan Wook yang paling membekas di hati saya.
Bagaimana ketika dua orang manusia saling jatuh cinta, membangun perasaan rumit yang tidak bisa diterangkan oleh logika dan terkadang membuat orang tersebut kecewa. Namun atas dasar cinta, mereka rela melakukan apa saja agar bisa tetap bersama.



Komentar
Posting Komentar