REVIEW - The Handmaiden

 



Berbekal pengalaman menonton film-film Park Chan Wook sebelumnya, ternyata The Handmaiden mampu memberikan pengalaman spiritual yang berbeda.

Sejauh ini, The Handmaiden berhasil menjadi film paling sensual yang saya tonton dari karya-karya beliau.

Menceritakan tentang seorang "penipu" yang ingin mengambil harta dari anak orang kaya, namun usahanya ternyata malah membawa dia dalam hubungan romansa.

Sebenarnya, film ini terlihat rumit, namun Park Chan Wook berhasil menjait ceritanya menjadi mudah untuk dikunyah.

Dibagi menjadi tiga babak, setiap transisi dari babak ke babak selalu menyuguhkan sebuah twist yang makin membuat penonton penasaran.

Cerita tersebut juga didukung oleh sinematografi yang indah, seperti melihat lukisan bergerak yang dibuat oleh sang sutradara.

Seperti yang saya katakan di awal, The Handmaiden merupakan film Park Chan-Wook paling sensual yang saya tonton hingga saat ini, tinggal menunggu bagaimana Thrist bisa mengalahkannya atau tidak.

Tapi disamping adegan sensualnya yang memang vulgar, film ini tidak lupa bercerita di setiap adegan tersebut disajikan.

Apa yang kamu lihat di layar adalah adegan penting yang bisa menguatkan empati kita pada kedua karakternya.

Berbicara tentang wanita yang kerap hanya digunakan lelaki sebagai bahan "fantasinya", The Handmaiden hadir dengan ending memuaskan dan terbayarkan.

Satu hal yang mungkin melekat saat menonton film Park Chan-Wook adalah adegan berdarah-darahnya, walaupun di Decision To Leave dia mematahkan itu semua, tapi tetap salah satu aspek yang pasti akan dibicarakan saat Park Chan-Wook bikin film ya adegan bloody dan gory.

Kabar baik buat kamu yang nyari adegan linu karena The Handmaiden bisa menyajikan hal itu. Meskipun tidak sebrutal Oldboy atau Sympathy for Mr. Vengeance tetap saja adegan dalam film ini lumayan bikin kamu ngilu.



9/10






Komentar

Postingan Populer