REVIEW - Hello Ghost
"Naskah adalah tulang punggung sebuah film" ucap salah seorang sutradara kawakan Indonesia, dan saya rasa film ini salah satu contohnya.
Hello Ghost berpusat pada seorang tokoh bernama Kresna (Onadio Leonardo) yang kerap gagal melakukan bunuh diri meskipun sudah mencoba berbagai hal sampai akhirnya dia diselamatkan oleh suster Linda (Enzy Storia) ketika percobaannya nyaris berhasil.
Kresna tiba-tiba terbangun di sebuah rumah sakit, keanehan muncul ketika dia tiba-tiba bisa melihat arwah seorang pria yang suka merokok (Tora Sudiro), wanita cengeng (Hesti Purwadinata), kakek genit (Indro Warkop) dan anak kecil rese (Ciara Nadine Brosnan).
Empat arwah itu datang bukan tanpa sebab, mereka mempunyai keinginan terakhir yang harus Kresna bantu.
Kita semua tahu, Korea Selatan selalu berhasil meracik film drama dengan cerita yang membuat penonton banjir air mata. Oleh karena itu, film ini juga mempunyai potensi yang sangat besar jika penulis dan sutradanya mampu menangkap kesempatan tersebut.
Untunglah Alim Sudio selaku penulis naskah mampu mengemas cerita Hello Ghost dengan sangat baik, babak demi babak dijait dengan rapih dan membuat saya akhirnya betah nonton film ini hingga selesai.
Namun sayangnya, beberapa aspek di film ini juga terkadang mengganggu kenikmatan menonton, salah satunya color grading yang tidak konsisten. Beberapa adegan diambil dengan warna kuning yang over (seperti menonton extraction), Mungkin Indra Gunawan selaku sutradara ingin menangkap bagaimana panasnya kota Jakarta, tapi sayangnya malah gak enak dipandang mata. Meskipun beberapa adegan lain diambil sangat cantik, apalagi tiap adegan yang latar waktunya malam hari.
Tak hanya itu, keputusan menggunakan Onad sebagai pemeran utama juga memang cukup riskan untuk diambil. Terbukti dari babak awal film ini yang terasa canggung kala Onad harus bermain peran seorang diri sebelum bertemu para arwah. Namun seiring berjalannya durasi, kualitas akting dia juga semakin mumpuni, meskipun di beberapa adegan emosional (terutama marah), Onad seringkali masih bingung dengan aksi dan reaksinya.
Satu hal yang paling nendang dalam Hello Ghost adalah twist. Saya sebenarnya sudah mengetahui twist ini saat video Onad dan Habib Jafar mengobrol (ini spoiler woy, kenapa bocor), tetapi bagaimana twist ini bisa dibangun dan akhirnya terungkap ternyata masih meninggalkan rasa shocking yang cukup besar.
Babak tiga memang jadi pamungkas yang benar-benar dirancang dengan baik. Semua emosi yang ditumpahkan karakternya juga membuat penonton ikut menumpahkan semua emosinya, saya dan penonton lainnya tak malu untuk sesenggukan bersama.
Tapi itu dia, perlu kesabaran untuk mencapai puncak emosi ini. Seakan ditempa bak baja di babak pertama, ternyata semua berakhir indah di babak ketiga.



Komentar
Posting Komentar