REVIEW - The Little Mermaid




Apa yang sebenarnya salah dari film ini, apakah pemilihan cast yang dirasa tidak cocok sama sekali? ya, mungkin itu salah satunya. Tetapi apakah hal itu terbukti? Tentu saja jawabannya tidak, kenapa?

Saya adalah satu dari banyak orang yang mungkin terpana dengan film adaptasi ini. Bagaimana Rob Marshall memberikan sentuhan "ajaib" pada The Little Mermaid memang terasa luar biasa.

Untuk pertama kali, menyaksikan live action Disney di layar lebar memang akan menjadi pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Pemandangan bawah laut yang didesain cantik nan unik serta bagaimana tata suara yang memanjakan telinga adalah salah satu hal berharga yang baru bagi saya.

Sebagai penonton yang belum pernah menyaksikan versi originalnya, The Little Mermaid agaknya mampu memberikan saya gambaran betapa ajaibnya film Disney satu ini.

Ceritanya mungkin kurang lebih sama, tentang Ariel (Halle Bailey), seorang putri duyung yang penasaran dengan dunia atas (daratan). Suatu ketika sebuah kapal karam menabrak karang di tengah lautan, Ariel yang menyaksikan kejadian itu melihat Eric (Jonah Hauer-King) yang tenggelam dan akhirnya menyelamatkannya.

Ariel pun jatuh cinta pada Eric, begitu pula sebaliknya. Berkat rasa cinta tersebut akhirnya Ariel membuat perjanjian dengan Ursula (Melissa McCarthy) agar dia bisa menjadi manusia. Malang nasibnya ketika Ursula ternyata hanya memanfaatkan Ariel untuk kepentingannya.

Seperti yang saya katakan di atas, pemilihan Halle Bailey sebagai pemeran utama nyatanya bisa membawa The Little Mermaid menjadi suguhan yang berkualitas.

Bukan hanya suaranya yang juara, Halle Bailey bisa membawakan karakter Ariel dengan pesona tersendiri yang kadang kala membuat saya terpana.

Memang, senjata utama Halle berada pada suaranya, terbukti ketika menyanyikan setiap lagu emosi yang dibawakannya mampu diterima dengan baik. Bagian Part Of Your World misalnya, bagaimana dia bisa menggetarkan seluruh ruangan bioskop dengan suara indahnya yang bisa membuat penonton menitikkan air mata. 

Tetapi seperti yang kita tahu, suara saja rasanya tidak cukup, untungnya Halle Bailey bisa menyeimbangkan senjatanya dengan kualitas akting yang jauh lebih baik dari dugaan saya.

Selain itu, jajaran karakter pendukung seperti Sebastian (Daveed Diggs), Flounder (Jacob Tremblay) dan Scuttle (Awkwafina) menjadi pelengkap yang sangat baik untuk membuat film ini lebih berwarna.

Tiga karakter tersebut juga tak kalah penting untuk membuat film ini jauh lebih memuaskan, komedi yang mereka sajikan memang tidak pernah gagal membuat penonton tertawa geli. Meskipun tertutup oleh desain karakter yang terlalu nyata, tetapi permainan suara mereka berhasil membuatnya lebih hidup.

Salah satu adegan musikal yang saya suka selain Part Of Your World adalah Under The Sea yang dibawakan oleh Sebastian dengan ciamik serta gambar yang tak kalah memanjakan mata.

Jangan lupakan babak tiga yang megah dan wah, mungkin terkesan melebih-lebihkan tapi bagian tersebut memang keren gila.

Persetan dengan semua agenda dan kritik yang disampaikan orang-orang, saya hanya merasa kembali seperti anak kecil yang menonton keajaiban film-film buatan Disney saat menyaksikan film ini. Cukup duduk dan nikmati sajian "magical" dari The Little Mermaid, niscaya ketika keluar studio kamu akan merasa bahagia.


8/10






Komentar

Postingan Populer