REVIEW - The Wailing
Bagi penonton Indonesia, cerita horor dengan tema santet mungkin sudah banyak ditemukan, tetapi bagaimana jadinya kalau tema ini dibawa ke Korea Selatan?
The Wailing jadi jawabannya, mengangkat tema santet ala Korea yang tidak jauh beda dari kita, film ini mampu membawa tema standar Indonesia menjadi luar biasa.
Film dimulai dengan kasus pembunuhan di sebuah kampung kecil, Jong-Goo (Kwak Do-won) adalah polisi yang ditugaskan untuk mengusut kasus tersebut. Keanehan muncul ketika pelakunya tampil bak mayat hidup yang mengerikan.
Kasus ini juga semakin mengerikan kala rentetan kasus serupa muncul terus menerus hingga akhirnya menyerang anaknya yaitu Hyo-jin (Kim Hwan-hee). Setelah menerima saran dari sang ibu, akhirnya Jong-Goo memanggil dukun ternama yakni Il Gwang (Hwang Jung-min) untuk membantu membereskan masalah tersebut.
Dimulai dengan sabar, The Wailing pelan-pelan menyusun ketakutan yang akan meledak di babak akhir. Dengan durasi dua jam lebih, Na Hong-jin sebagai sutradara mampu membawa penonton mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Babak pertama mungkin memang berjalan lambat, sebelum Jong-Goo bertemu dengan Il Gwang, Kita Disuguhkan dengan misteri dan pertanyaan-pertanyaan "Mau dibawa kemana film ini?"
Dan tentu saja setelah konflik utama terungkap, intensitas The Wailing juga semakin tinggi dari sebelumnya.
Salah satu Golden Scene tampil ketika Il Gwang melakukan ritual pengusiran setan untuk Hyo-jin. Bagaimana sang sutradara bisa menangkap banyak rasa dalam gambar memang sangat menakjubkan.
Mungkin yang akan menjadi highlight dan pesan The Wailing ditumpahkan di resolusi. Keputusan karakter yang dihadapkan dengan dua pilihan sulit memaksa dia untuk mengambil satu langkah.
Iblis memang senang menggoda manusia, bagaimana mereka mencuci otak kita dan membuat tersesat memang nyata adanya, Bahkan saat diberikan pertolongan oleh orang lain, bisa saja kita akan tutup mata karenanya.



Komentar
Posting Komentar