REVIEW - Bohemian Rhapsody
Bohemian Rhapsody secara garis besar mungkin memiliki formula yang sama dan konflik serupa dengan kebanyakan film yang mengusung tema band sebagai penggerak ceritanya.
Lantas, apa yang membedakan Bohemian Rhapsody dengan film-film lainnya? Sederhana saja karena film ini menjadikan Queen sebagai pemeran utama, atau lebih tepatnya Freddie Mercury sebagai bintangnya.
Mudah untuk jatuh cinta kepada film ini jika kamu sudah mendengar dan familiar dengan lagu-lagu dari Queen, beberapa musik yang muncul pasti akan membuat kamu merinding dan tak jalang bikin penonton sing along.
Bagaimana untuk orang yang bahkan belum mengetahui band legendaris ini? Tentu saja kamu juga akan penasaran dengan lagu-lagu mereka setelah menonton Bohemian Rhapsody.
Mundur jauh ke tahun 1970-an, penonton akan disuguhkan bagaimana perjalanan Queen dibentuk (meski tidak sesuai dengan kenyataan) hingga pagelaran Live Aid yang menggelegar di tahun 1985.
Bohemian Rhapsody menunjukkan bagaimana orang-orang yang cinta dengan musik berkumpul dan bereksperimen dengan terobosan-terobosna gila.
Sepeti yang disebutkan di atas, film ini memang mengambil banyak fokus pada kehidupan pribadi Freddie Mercury. Bagaimana kisah cinta dan perkembangan dirinya menjadi sorotan utama.
Bukan tanpa disadari juga, Anthony McCarten sebagai punilis juga mungkin sengaja menitikberatkan fokus pada Freddie dan mengorbandan tiga anggota lainnya.
Pada akhirnya film ini memang tentang keluarga, ketika konflik pecah dan Freddie kehilangan arah, babak akhir jadi momen paling emosional ketika dia kembali ke "rumah" dan berusaha kembali menjadi Freddie yang sebenarnya.
Live Aid jadi panggung paling besar, penampilan Rami Malek mampu menghipnotis penonton dengan gesturnya sebagai Freddie yang mengguncang puluhan ribu orang.
Bohemian Rhapsody jadi salah satu film biopik terbaik yang pernah saya tonton, jajaran pemain dan musik yang ikonik jadi senjata utama mengapa film ini tidak terlupakan.



Komentar
Posting Komentar