REVIEW - The Childe

 


Urusan action yang gila dan banjir darah mungkin bukan masalah untuk Park Hoon-jun, suguhan bakbikbuk realistis di Night in Paradise atau bakbikbuk fantasi di The Witch bisa dia tangani dengan mudah, dan The Childe seperti menggabungkan itu semua.

Setelah mengetahui kondisi sang ibu yang semakin kritis, Marco (Kang Tae-joo) dipanggil ayahnya terbang ke Korea untuk membawa biaya pengobatan ibunya. Namun siapa sangka, perginya ia ke Korea justru disambut oleh seorang pria misterius yang ingin membunuhnya.

Menghadirkan kembali kejar-kejaran bak 'I Saw The Devil' yang sebelumnya ia tulis, kali ini Park Hoon-jun membawa filmnya ke arah yang lebih menyenangkan meski masih bermain darah-darahan.

Tak buru-buru, sang sutradara juga mengetahui kapan film ini harus meledak dan mengendur guna fokus pada ceritanya. Babak pertama memang berfungsi sebagai pengenalan secara harfiah, menyelam lebih jauh pada satu persatu karakternya meskipun penonton mungkin bingung arah filmnya mau kemana.

Tapi percayalah setelah satu kata terungkap, film ini mulai menunjukkan siapa dia sebenarnya dan kemana tujuannya. Bahkan dari sana, saya rasa cerita The Childe akan berlaju lebih kencang dari sebelumnya.

Dosa rasanya jika tidak membicarakan bagaimana Kim Seon Ho tampil sangat gila dalam film ini. Sulit untuk tidak jatuh cinta pada karakter yang dia mainkan karena saat dia tampil, mata penonton akan terus berpusat padanya.

Mau tidak mau, hal ini juga terpaksa membuat The Childe sedikit melemah kala Kim Seon Ho tak tampil di sana. Tak banyak, karena penampilan Kang Tae-joo, Kim Kang-woo dan Go Ara juga mengesankan.

Babak ketiga film ini juga tampil prima, adegan intens yang dibangun sedikit demi sedikit berhasil dibayar tuntas di akhir. Terkesan panjang, tapi intensnya tak berujung dan tidak membuat penonton kelelahan.

Klimaks film ini benar-benar mendobrak dan rugi rasanya jika mata kalian berkedip karena emang se-intens itu.






[SPOILER]
.

.

.

Twist di akhir juga manis, dibalik actionnya yang berdarah-darah di babak tiga, The Childe ditutup dengan twist yang menekankan sisi humanis meski cara yang dia lakukan sangat tidak etis.


9/10




Komentar

Postingan Populer