REVIEW - Barbie

 



Siapa sebenarnya target market untuk film satu ini? Tentu saja jawabannya bukan anak-anak. Ingin bernostalgia melihat bagaimana kehidupan penuh glamor sang Barbie? Sebaiknya ubah ekspektasi kamu dari sekarang.

Bermula dari pemikirannya tentang kematian, Barbie (Margot Robbie) mulai mengalami malfungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, setelah diberi arahan oleh Weird Barbie (Kate McKinnon) dia terpaksa harus pergi ke dunia nyata dan menyelesaikan masalahnya. Tetapi ternyata di tengah perjalanan Ken (Ryan Gosling) tiba-tiba ikut bersamanya dan akhirnya  mereka berpetualang bersama,

Banyak yang bisa digali dari cerita tersebut, Barbie dan Ken masuk ke dunia nyata menjadi penggambaran bagaimana manusia mencari jati dirinya. Seperti bayi yang perlahan tumbuh, mereka berdua mempelajari apa yang mereka lihat dan dengar. Dan tak jarang, manusia menelan mentah-mentah apa saja yang baru mereka pelajari, hasilnya tentu saja tidak baik bukan?

Masuk babak kedua isu lain yang diceritakan semakin melebar, selain isu utama yang memang eksplisit ditunjukkan, lambat laun kita akan menyadari jika sebenarnya masih banyak isu-isu yang diangkat dalam film ini.

Satu monolog menarik muncul kala salah satu karakter berbicara tentang hidupnya. Tamparan kuat bagi beberapa orang yang mungkin berbeda pemikiran dengannya, pun membuka mata bagi orang-orang yang tidak tahu betapa susahnya menjadi "dia".

Terasa berat? Tenang saja karena Greta Gerwig mampu mengemas semua ini secara sederhana dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dari yang saya kira.

Adegan-adegan absurd yang muncul entah darimana mampu memecah tawa penonton, terkadang momen tersebut juga datang diwaktu yang kurang tepat, namun tetap saja tidak pernah gagal membuat penonton tertawa.

Penampilan Magot Robbie dan Ryan Gosling tunjukan sejauh mana mereka bisa bereksplorasi dengan emosinya. Hubungan yang mereka bangun dari awal film yang akhirnya berkembang di akhir mampu tampil memukau.

Dibalik visualnya yang penuh warna, Barbie punya suara yang keras terhadap isu-isu yang diangkatnya, secara tegas Greta menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di "dunia nyata". Dan itu semua, tersampaikan dengan sempurna.

Oh iya, jika kamu menunggu kapan soundtrack FIFTYFIFTY keluar di filmnya...ya...yang sabar aja, mungkin lain kali bisa...


8,5/10



Komentar

Postingan Populer