REVIEW - Monstrous

 


Sajikan kisah horor menarik yang membahas tentang kutukan patung Buddha dengan durasi yang singkat, siapa yang tidak tertarik bukan?

Monstrous jadi salah satu drakor paling pendek yang pernah saya tonton sejauh ini, tetapi apakah dia bisa memanfaatkan durasinya dengan baik?

Sebuah patung Buddha dengan mata tertutup kain misterius ditemukan di Jinyang, sayangnya patung tersebut ternyata menyimpan roh jahat yang berbahaya di dalamnya. Ji Hoon (Koo Gyo-Hwan) seorang mantan arkeolog akhirnya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tentu saja dia tidak sendiri, bersama dengan kepala polisi Han Seok Hee (Kim Ji Young) dan mantan istrinya Lee Soo Jin  (Shin Hyun Bin) mereka mencari cara untuk menyelesaikan masalah itu.

Awalnya, episode pertama Monstrous berjalan dengan sangat baik. Menutup rapat misteri yang jadi inti cerita hingga beberapa adegan mengejutkan yang belum pernah saya lihat di drakor lain membuat saya punya harapan besar ke depannya.

Sayang, memasuki babak kedua Monstrous tampak terburu-buru. Meninggalkan beberapa detail yang sebenarnya perlu ditindaklanjuti lebih dalam. Seolah dikejar durasi, Yeon Sang Ho dan Ryoo Yong Jae selaku penulis nampak mengorbankan beberapa hal penting untuk ceritanya.

Jang Kun Jae yang duduk di kursi sutradara juga kurang pandai mengatur tensi dalam projeknya kali ini. Sedikit sekali rasa tegang yang ditimbulkan ketika karakter berada pada posisi yang mengancam nyawanya.

Selain itu, salah satu masalah yang mungkin saya rasa sangat menganggu ditumpahkan pada konklusi Monstrous. Banyaknya adegan yang tidak konsisten dari satu kejadian ke kejadian lain cukup membuat saya jadi tidak peduli dengan konflik yang mereka alami.

Ada juga keputusan bodoh yang diambil karakter dan terasa kurang bagi saya, memang hal tersebut dilakukan untuk menjalankan ceritanya, tetapi mungkin penulis bisa menemukan cara lain yang lebih efektif untuk itu.

Dan pada akhirnya, Monstrous jadi drakor yang tanggung. Konflik yang kurang digali, hubungan antar tokoh yang juga kurang diceritakan membuatnya lemah di beberapa sisi. Durasi mungkin jadi masalah inti karena penulis menjadi sulit untuk bereksplorasi.

Oh ya, ada beberapa episode yang menarik yang mengingatkan saya pada film Birdemic dan The Mist.


6/10


Komentar

Postingan Populer